Minggu, 27 Maret 2016

Kelebihan dan Kekurangan Transmisi Matik Torque Converter / Konvensional , CVT dan Dual Clutch / Kopling Ganda !

Seiring dengan majunya teknologi otomotif, kini konsumen yang ingin mengendarai mobil transmisi otomatis pun punya banyak pilihan yang dapat disesuaikan dengan karakter dan kebutuhannya. Kalau dulu kita hanya mengenal transmisi matik dengan torque converter, kini ada versi CVT dan dual clutch yang kian menjamur sebagai pilihan yang menawarkan keunikan tersendiri.
Terus, memangnya apa sih bedanya ketiga jenis transmisi tanpa pedal kopling ini? Ternyata mereka sangat berbeda satu sama lain meski sama-sama punya huruf P,R,N dan D di transmisi. Apa saja bedanya? Yuk kita bahas bersama-sama!
Transmisi otomatis torque converter
Kita mulai dengan yang paling konvensional. Transmisi matik dengan torque converter punya komponen utama berupa planetary gear unit (gir planet), hydraulic control unit dan tentu sajatorque converter. Umumnya, transmisi otomatis versi ini menggunakan wet clutch alias kopling basah, lalu dioperasikan oleh torque converter untuk memperbesar momen mesin. Saat sudah mencapai putaran tertentu dan waktunya untuk pindah gigi, komputer akan menyuruh torque converter untuk bekerja melakukan perpindahan gigi.
Transmisi-Mazda-2-SkyActiv
Umumnya, komputer transmisi otomatis bisa membaca situasi berkendara dari cara kita menginjak gas. Contohnya, saat berkendara rileks kita akan sadar kalau di rpm 3.000-an gigi sudah berpindah, namun saat berkendara agresif atau melakukan kickdown, komputer akan memilih gigi yang lebih rendah agar tenaga yang besar dan putaran mesin yang tinggi bisa kita dapatkan. Dengan hadirnya mode manual di transmisi otomatis modern, masalah engine brakingpun bisa dieliminasi.
Kelebihan transmisi jenis ini adalah perawatannya cenderung lebih mudah daripada CVT ataupundual clutch. Khusus bagi pengemudi antusias, transmisi otomatis umumnya masih memiliki entakan saat kita melakukan kickdown sehingga feeling dan performa saat berkendara lebih terasa.
Mazda-MX5-Front-White-Background
Sementara kekurangannya, karena masih adanya entakan saat pindah gigi, transmisi otomatis pada umumnya tak senyaman dan sehalus CVT. Urusan bobot komponen, ia lebih ringan daridual clutch tapi masih lebih berat daripada CVT. Transmisi ini juga lebih boros BBM daripada CVT atau dual clutch dalam kondisi macet, karena torque converter terus berputar namun mobil kita rem agar tidak maju. Itulah kenapa sebaiknya jika memungkinkan, sempatkan pindahkan gigi ke posisi N untuk mencegah BBM lebih banyak terbuang.
Contoh mobil-mobil yang menggunakan transmisi matik torque converter adalah : Toyota Yaris, Honda Jazz GE8 (generasi kedua), Suzuki Ertiga, Mazda 2, Chevrolet Spin, Daihatsu Sirion dan masih banyak lagi.
CVT (Continously Variable Transmission)
Berikutnya mari kita mengenal CVT. CVT adalah jenis transmisi yang terkenal sangat halus dan lembut saat diajak berkendara dibandingkan transmisi matik biasa yang umumnya masih memiliki entakan, sementara CVT sangat halus, tak mengentak dan umumnya lebih irit BBM jika mobil dalam kondisi sehat. Mengapa bisa begitu?
Nissan-X-Trail-Indonesia-2014-Transmisi-Automatic
Rahasianya adalah, karena CVT tak punya roda gigi sama sekali. Tak ada sekumpulan gir yang bersemayam di ruang transmisinya. Sebagai gantinya, ada dua puli yang dihubungkan oleh sebuah sabuk, di mana puli yang satu mendapat tenaga dari mesin sementara puli yang lain akan bekerja memutar roda. Diameter kedua puli ini dapat membesar dan mengecil tergantung kebutuhan pengendara.
Karena tak punya roda gigi, jumlah gear ratio di CVT bisa dibilang tak terbatas. Maka dari itu saat ingin disematkan mode manual, produsen bisa memasukkan berapa pun jumlah gigi yang mereka mau secara virtual. Contohnya, jika di Mitsubishi Delica CVT-nya punya 6 pecepatan, di Honda Jazz generasi pertama CVT-nya punya 7 percepatan. Layaknya transmisi otomatis biasa, CVT juga punya mode sport untuk karakter lebih galak seperti pada Nissan Grand Livina baru.
Harga New Nissan Grand Livina Wallpaper
Kelebihan penggunaan CVT pada mobil adalah lebih halus dan nyaman karena tak memiliki entakan sebagai akibat dari perpindahan gigi seperti transmisi otomatis lainnya. Secara bobot, CVT adalah yang paling ringan karena jumlah komponennya tak sebanyak torque converter ataupun dual clutch. Ongkos produksi CVT juga adalah yang termurah. Kendaraan ber-CVT juga biasanya irit BBM karena punya kemampuan untuk menjaga agar mesin tak melulu bermain di putaran tinggi.
Kekurangan CVT adalah akselerasi yang tak sespontan dan segalak transmisi otomatis biasa. Tenaga dari mesin mungkin tidak bisa sepenuhnya tersalurkan ke roda, yang umumnya diakibatkan oleh slippage alias gesekan dari belt dan puli CVT. Karena kekurangan inilah, hampir tidak ada mobil balap atau supercar yang pakai CVT untuk transmisinya, karena power lost-nya lumayan tinggi.
Wallpaper-Subaru-Forester-STI
CVT juga terkenal rentan untuk mesin bertenaga besar, maka dari itu beberapa tahun lalu jarang kita temui mobil 2.000 cc memakai transmisi CVT. Kini setelah teknologi sabuk baja CVT makin baik, terutama dalam hal durabilitas, sudah banyak pabrikan yang menggunakannya di mesin lebih dari 2.000 cc, misalnya Subaru Forester STI dan Nissan X-Trail.
CVT bisa ditemui di hampir semua motor matik di Indonesia, sementara untuk mobil, kita bisa menemukannya di Subaru XV, Mitsubishi Outlander Sport, Honda City generasi pertama dan ketiga, Honda Jazz generasi pertama dan ketiga, Nissan X-Trail, Toyota Alphard dan Vellfire, Suzuki Swift Sport dan lain-lain. Oh ya, pemegang sebagian besar hak paten teknologi CVT adalah Subaru.
Transmisi kopling ganda/dual clutch
Ini dia teknologi transmisi otomatis yang paling baru. Seperti namanya, transmisi ini punya dua buah kopling yang siap beroperasi untuk membantu mesin menggerakan roda. Sebut saja kopling A dan kopling B di transmisi kopling ganda 6 percepatan, kopling A disiapkan untuk melayani gigi 1,3,5 dan mundur, maka kopling B dirancang untuk bekerja di gigi 2,4 dan 6.
Transmisi Steptronic BMW X4 2014
Ketika misalnya kopling A sedang bekerja di gigi 1, kopling B sudah siap bersama dengan gigi 2 hingga komputer memerintahkan untuk ganti gigi. Ada dua jenis penggunaan tipe kopling di transmisi dual clutch, ada kopling basah (wet clutch) dan kopling kering (dry clutch). Keduanya punya kebutuhan dan tujuan yang berbeda, namun transmisi dengan kopling kering lebih simpel dan murah dibanding kopling basah.
Kelebihan transmisi dual clutch adalah bisa melakukan perpindahan gigi dengan sangat cepat dan halus, contohnya Ferrari F430 Scuderia yang bisa pindah gigi dalam waktu hanya 55 milidetik. Selain itu, performa transmisi ini juga dinilai paling responsif dibanding torque converteratau bahkan CVT. Inilah alasannya kenapa mobil sport atau supercar banyak yang pakai dual clutch.
Nissan GTR Midnight Purple
Sementara kekurangannya, transmisi ini konstruksinya sangat rumit karena jumlah komponennya sangat banyak. Bobotnya pun adalah yang terberat dibanding CVT ataupun matik biasa. Selain itu, untuk beberapa kasus, biaya perbaikan transmisi dual clutch lumayan mahal dan lama. Di lain kondisi, transmisi kopling ganda bertipe dry clutch punya karakteristik judderalias ndut-ndutan saat dipakai dalam kondisi macet dan mudah panas. Namun kekurangan ini sirna di tipe transmisi kopling ganda dengan wet clutch.
Contoh mobil yang menggunakan transmisi dual clutch adalah Ford Fiesta, Ford EcoSport, Mitsubishi Lancer Evoluton X, Nissan GT-R, Porsche 911, Lamborghini Huracan, BMW M series, VW Golf GTi dan lain-lain. Pemegang mayoritas hak paten atas teknologi transmisi kopling ganda adalah Volkswagen dari Jerman.
Mitsubishi-Lancer-Evolution-X
Demikianlah kelebihan dan kekurangan transmisi torque converter, CVT dan kopling ganda. Manakah yang terbaik? Jawabannya adalah : semuanya baik. Semua punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, tinggal disesuaikan dengan budget, tujuan pemakaian mobil dan penilaian anda saat mencoba ketiganya.
Sampaikan juga komentar dan pendapat anda tentang ketiga transmisi ini!

Senin, 21 Maret 2016

geguritan bahasa Jawa

1.) Pahlawanku
(R. Tantiningsih)
Pahlawanku  
Wutahing ludirmu

Nyiram ibu pertiwi
Nadyan sang ibu
Kudu muwun sedhih
Karajang-rajang manahe
Karujit-rujit rasa pangrasane

Pahlawanku
Mugya Gusti paring nugraha
Semana gedhene bektimu
Jiwa raga, bandha donya
Tanpa sisa
Amung siji pangajabmu
Merdika



2.) Segara Aru
(Hisyam Z)


Bener, pener, yekti
Sliramu dadi seksi
Seksi pahlawan sejati
Pahlawan mulih aran awit bekti

Awit mangku jejibahan
Tugas luhur, jujur ing palagan
Ngemban amanat Trikora ayahan
Segara Aru biru lugu blak-blakan

Ngemu madu
Maduning bangsa satuhu
Kang Asma Yos Sudarso iku
Korban jiwa raga ing Segara Aru

Ludira kang wekasan
Kanggo nebus Irian
Yos Sudarso gugur kalayan
Asmanya misuwur ing bebrayan

Sliramu Aru
Seksi lugu
Seksi bisu
Satuhu baku



3.) Merapi
(Puthu Aryana)


Merapi...
Saka kadohan katon gagah
Asep putih ndedel ing awiyat
Tilas dalan lahar katon cetha
Kena sunare Hyang Bagaskara

Merapi...
Saumpama kowe bisa crita
Kabeh kadadean ing tanah Jawa
Wiwit jaman Mataram Kuna
Nganti madege Kraton Ngayogyakarta

Merapi...
Sliramu anyekseni kridhaning bangsa
Wiwit nalika ngusir penjajah Walanda
Jaman mardika jaman Soekarno
Nganti jaman Soeharto
Jaman Habibie tumekaning Megawati lan Susilo
Merapi dadi saksi


 

4.) Kembang Mlathi
(R. Widiyati)


Daksebar kembang mlathi
Ing Taman Makam Pahlawan
Kusuma Bangsa kang sejati
Luhku tumetes... tes... netesi bumi
Aku rumangsa dosa

Durung bisa melu labuh negara
Amung sekar mlathi iki
Tandha setya lan janji
Bakal melu napak suci
Labuh nagri alelandhesan ati suci
Dadi pepenget Agustus iki dina mulya lan suci



5.) Api Abadi Mrapen
(R. Tantiningsih)


Latu kuwi, tansah murub
Ora nggubris kiwa tengene
Nadyan digrujug tirta
Nadyan maruta padha teka
Nanging latu kuwi ora surut

Latu kuwi, tansah murub
Kaya latu kang ana jero ati
Angel dipateni lan angel diadhemake

Latu kuwi, tansah murub
Ing mrapen dununge
Ninggal sejarah
Kanggo anak putu



6.) Kitir
(Sumono Sandy Asmon)


Kitir iki
Isi panantangku marang wengi
Sing kebacut anggone nguja sepi
Dolanan swarane asu baung nggeririsi

Kitir iki
Wujud pangundhamanaku marang awang-awang
Sing kebacut brangasan
Ngrentengi lintang, nguntal rembulan

Kitir iki
Srana gugatku marang isen-isening jagad
Sing pijer royokan brekat
Tan keguh njaluk ruwat



7.) Koran
(Harum Sunya Iswara)


Taktunggu tekamu
Saben dina ing omahku
Kabar kang daktunggu
Saka awakmu
Nambahi wawasanku
Mosak-masike donya
Maju mundure negara
Minangka warta
Koran minangka alat komunikasi
Kang kudu diwerdi
Mula ora ketinggalan informasi



8.) Wutah Getihku
(Mahardono Wuryantoro)


Gumelar jembar bumi asri
Sumunar sumringah sunare bagaskara
Padhang sumilak hanelai jagad Nuswantara
Bumi pusaka wus kawentar
Ombak-ombak samodra, kencana kang ngrenggani
Wutah getihku daktresnani

Kawulamu....
Guyub rukun anambut kardi
Jeroning swasana tentrem lan mardika
Gilig ing tekad manunggal
Cumithak jeroning ati, bebarengan ambangun

Aku lila....
Korban jiwa raga kanggo bumiku
Nadyan awak ajur dadi sawur
Lan getihku mblabar mili, netes ing bumi pertiwi
Labet raharjaning nagara

Lumantar iki....
Isining atiku ginurit
Prasetyaku thukul saka ati kang tulus
Njaga langgenging kamardikan
Donga pujiku kebak kaendahan, kanggo wutah getihku

Rabu, 16 Maret 2016

Kawasaki Ninja R2 800cc Supercharger Sedang Dipersiapkan

Sebagai line up baru dan simbol baru masa depan Kawasaki, peran Ninja H2 memang sangat penting untuk menggambarkan line up semua Kawasaki di masa depan. Model yang menggusung 998 cc dengan forced induction model supercharger ini membawa angin segar bagi pecinta kecepatan. Tenaga yang begitu buas dihasilkan cukup dengan mesin yang kompak serta revolusi desain Kawasaki menjadi magnet dari motor flagship geng ijo ini.
Namun kabar baru pun terendus bahwa Kawasaki kini sedang mempersiapkan mesin ber-supercharger dengan spesifikasi lebih kecil. Hal ini semakin diperjelas ketika Kawasaki mendaftarkan nama paten Ninja R2, seakan rumor ini bukanlah isapan jempol belaka. Keyakinan semakin diperkuat ketika media MCN melaporkan bahwa telik sandinya berhasil mengungkap proyek Kawasaki Ninja R2. Model ini dilaporkan sedang digarap dengan kubikasi sedikit dibawah 800 cc dengan supercharger.
Dengan laporan tersebut dapat dikatakan ini adalah mesin ber-supercharger yang dirancang kedua kalinya oleh Kawasaki. Model ini akan jauh lebih “ringan” dan mudah dikendarai dibandingkan dengan kakaknya yang berkubikasi 998 cc. Rencana pun tidak berhenti  sampai disini, bahkan rumor kembali berhembus bahwa ada mesin ketiga yang dipersiapkan oleh Kawasaki dengan kubikasi lebih kecil lagi.
Model ketiga yang diyakini netizen adalah motor dengan mesin sangat kompak dengan supercharger, model ini berbeda dengan R2 yang 800 cc, karena yang disasar adalah kelas 600cc. Sehingga kemungkinan besar adalah model ini akan menggantikan Ninja 650 yang sudah menghuni lama di kelasnya. Motor ini konon akan dinamai Kawasaki Ninja S2.

Kawasaki sendiri memang sudah mengumumkan bahwa generasi supercharger yang akan mereka tampilkan akan ada 3 jenis termasuk H2. Setelah penjualan Kawasaki Ninja H2 terbilang cukup mengagumkan, mereka memperkenalkan konsep Kawasaki Spirit Charger dengan kode SC-01 dan SC-02 yang diperlihatkan di Tokyo Motor Show 2015. Hem, nampaknya kami harus membuat apparel baru kedepannya untuk para geng ijo dengan tagline “Kami Suka Supercharger”. Bagaimana? Sampaikan corat coretmu di bawah ini ya.

Jumat, 11 Maret 2016

Jet tempur yang ungkap hubungan Indonesia dan Israel

Sikap tegas Presiden Jokowi untuk memboikot produk Israel, saat KTT OKI di Jakarta, mendapatkan pujian dari banyak pihak.

Secara resmi, Indonesia memang tak berhubungan dengan Israel. Tapi faktanya, sejumlah kerjasama militer rahasia pernah dilakukan.

Zaman Orde Baru, Jenderal Benny Moerdani pernah mengirimkan para pilot TNI AU berlatih menerbangkan jet tempur A4- Skyhawk di Israel tahun 80-an. Operasi ini dikenal dengan nama operasi Alpha. Pilot tempur Israel dikenal mahir menerbangkan A-4 skyhawk saat perang melawan negara-negara Arab.

TNI AU mulai menggunakan pesawat ini pada tahun 1982. Kebanyakan digunakan dalam operasi tempur di Timor-timur. 

Pesawat ini mampu melesat dengan kecepatan 1.077 kilometer per jam. A-4 Skyhawk juga dilengkapi aneka persenjataan untuk serangan darat dan udara.

Tahun 2004, TNI AU meng-grounded semua pesawat A-4 Skyhawk. Kini, pesawat tersebut kebanyakan dijadikan monumen di berbagai pangkalan TNI AU.

Sampai kini, Operasi Alpha sendiri tak pernah diakui secara resmi.

Mantan Ajudan Soekarno: Bung Karno Dikibuli Soeharto


Presiden Soekarno merasa dibohongi Soeharto. Itulah hal yang disampaikan Sidarto Danusubroto, ajudan terakhir Bung Karno, pasca-terbitnya Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) tahun 1966.
"Bung Karno merasa dikibuli," kata Sidarto saat dijumpaiKompas.com di kediamannya di Jakarta Selatan, Minggu (6/3/2016).
Setelah 50 tahun berlalu, Supersemar masih menyimpan banyak misteri. Setidaknya masih ada kontroversi dari sisi teks dalam Supersemar, proses mendapatkan surat itu, dan mengenai interpretasi perintah tersebut.
Menurut Sidarto, Soekarno menunjukkan sikap berbeda dengan serangkaian langkah yang diambil Soeharto setelah menerima Supersemar.
Sidarto tidak menyebut detail perubahan sikap Soekarno, tetapi ia menekankan bahwa Supersemar tidak seharusnya membuat Soeharto membatasi ruang gerak Sang Proklamator dan keluarganya.
"Dalam Supersemar, mana ada soal penahanan? Penahanan fisik, (dibatasi bertemu) keluarganya, penahanan rumah. Supersemar itu seharusnya melindungi keluarganya, melindungi ajarannya (Bung Karno)," kata Sidarto.
Pada 11 Maret 1966 pagi, Presiden Soekarno menggelar rapat kabinet di Istana Merdeka, Jakarta. Pada saat bersamaan, ia dikejutkan dengan kehadiran demonstran yang mengepung Istana.
Demonstrasi itu dimotori kelompok mahasiswa yang mengusung Tritura (tiga tuntutan rakyat; bubarkan PKI, rombak kabinet, dan turunkan harga-harga).
Pada waktu yang sama, Brigjen Kemal Idris mengerahkan sejumlah pasukan dari Kostrad untuk mengepung Istana. Alasan utamanya adalah untuk menangkap Soebandrio yang berlindung di Kompleks Istana.
Pasukan yang dikerahkan Kemal itu tidak mengenakan identitas. Komandan Tjakrabirawa Brigjen Sabur melaporkan kepada Soekarno bahwa Istana dikepung "pasukan tidak dikenal".
Letjen Soeharto tidak hadir dalam rapat kabinet dengan alasan sakit. Karena itu, Soekarno tidak dapat memerintahkan Soeharto membubarkan "pasukan tidak dikenal" tersebut dan akhirnya memilih keluar dari Istana Merdeka menggunakan helikopter menuju Istana Bogor.
Setelah itu, Soeharto mengutus Basoeki Rachmat, Jusuf, dan Amir Machmud menemui Soekarno di Istana Bogor. Ketiga jenderal itulah yang membawa Supersemar ke Jakarta untuk Soeharto.
Bagi Presiden Soekarno, Supersemar adalah perintah pengendalian keamanan, termasuk keamanan Presiden dan keluarganya.
Namun, Soekarno "kecolongan" karena dalam Supersemar diyakini terdapat frasa "mengambil segala tindakan yang dianggap perlu."
Padahal, perintah dalam militer harus tegas batas-batasnya, termasuk waktu pelaksanaannya.
Dengan surat itu, Soeharto menjalankan aksi beruntun pada 12 Maret 1966 dengan membubarkan PKI, menangkap 15 menteri yang dianggap pendukung PKI atau pendukung Soekarno, dan memulangkan anggota Tjakrabirawa ke kesatuan di daerah asalnya.
Dalam buku Memoar Sidarto Danusubroto Ajudan Bung Karno yang ditulis Asvin Warman Adam, diperkirakan ada sekitar 4.000 anggota pasukan yang dipulangkan ke kesatuan di daerah asalnya. Tjakrabirawa adalah pasukan pengamanan yang loyal kepada Presiden.
Tak berselang lama, Soeharto juga mengontrol media massa di bawah Pusat Penerangan Angkatan Darat.
Serangkaian langkah yang diambil Soeharto itu membuat Soekarno marah, khususnya dengan pembubaran PKI. Meski demikian, isu pembubaran PKI adalah salah satu penyebab merosotnya dukungan politik untuk Soekarno.
Mengapa Soekarno tidak mau membubarkan PKI? Sebab, Soekarno ingin memegang teguh ajaran three in one-nya, yaitu Nasakom (nasionalisme, agama, dan komunisme).
Soekarno konsisten sejak 1925 tentang Nasakom. Dalam sebuah pidato, ia menegaskan bahwa "kom" tersebut bukanlah komunisme dalam pengertian sempit, melainkan marxisme atau tepatnya sosialisme.
Dalam kesempatan lain, Soekarno mensinyalir bahwa revolusi Indonesia telah dibelokkan ke kanan. Padahal, menurut dia, revolusi Indonesia itu pada intinya adalah kiri. Meskipun demikian, Soekarno bersaksi, "Saya bukan komunis."
Terkait kasus 1965, Soekarno mengetahui bahwa ada oknum PKI yang bersalah. Namun, ia beranggapan kalau ada tikus yang memakan kue di dalam rumah, jangan sampai rumah itu yang dibakar.
Sidarto menuturkan, Soekarno masih memiliki peluang mengendalikan situasi pasca-Supersemar. Ia menyebut posisi kekuatan ABRI saat itu masih 60:40 pro-Soekarno. Masih banyak loyalis Soekarno di tubuh ABRI-Polri yang siap membela.
Para loyalis Soekarno itu di antaranya adalah Angkatan Udara di bawah KSAU Omar Dhani, Angkatan Laut di bawah KSAL Mulyadi, Polri di bawah Jenderal Pol Soetjipto Joedodiharhjo, dan Kodam Siliwangi di bawah Mayjen Ibrahim Ajie.
Kemudian, Korps KKA di bawah Letjen Hartono, Korps Brimob di bawah Anton Soedjarwo, dan sebagian besar pasukan Kodam Brawijaya yang setia membela Soekarno.
Namun, ketika para loyalis ini menyarankan untuk melawan, Soekarno menolaknya. Soekarno tidak ingin perlawanannya memicu perang sipil dan memecah belah bangsa.
"Para loyalis ini tidak tega melihat Bung Karno. Lebih baik mati bersama-sama. Sangat berisiko, tapi mereka die hard semua," ungkap Sidarto.
Sidarto diangkat menjadi ajudan Presiden Soekarno pada 6 Februari 1967. Saat itu, pangkat Sidarto adalah ajun komisaris besar polisi.
Dia menggantikan Komisaris Besar Sumirat yang ditahan setelah terbitnya Supersemar.
Sidarto mengawal Soekarno sebagai Presiden hanya dua pekan, 6-20 Februari 1967. Setelah itu, kekuasaan beralih kepada Jenderal Soeharto. Sidarto tetap menjadi ajudan Soekarno meski statusnya disebut sebagai "Presiden nonaktif".
Politisi PDI Perjuangan itu menyaksikan proses penyerahan kekuasaan eksekutif dari Soekarno kepada Soeharto pada 20 Februari 1967. Sejak saat itu, secara de facto dan de jurekekuasaan berpindah dari Soekarno ke Soeharto.
Sekitar Mei 1967, Soekarno tidak diperbolehkan masuk ke Istana sekembalinya dari berkeliling Jakarta.
Sidarto menyaksikan peristiwa itu karena baru saja mendampingi Soekarno menyantap sate ayam di pinggir pantai Priok atau Cilincing, Jakarta Utara.
Sejak saat itu, Soekarno dikenai tahanan kota dan menetap di Wisma Yaso (sekarang Museum Satria Mandala, Jakarta) sampai akhir 1967. Pada awal 1968, Soekarno dikenai tahanan rumah dan dibatasi aktivitasnya, termasuk untuk bertemu keluarga.
Sidarto ditarik dari posisinya sebagai ajudan Soekarno oleh Polri pada 23 Maret 1968. Kondisi kesehatan Soekarno yang semakin menurun dianggap lebih memerlukan dokter ketimbang ajudan. Pada Juni 1970, Soekarno meninggal dunia.

15 best camera apps for Android

Amateur photography is a huge deal these days. There are people who make a living off of taking photos with their iPhone camera. Stock camera apps work pretty well most of the time and give you access to exclusive features on that phone (such as HTC Zoe or Samsung’s Drama Shot). However, sometimes you want something a little different or a little unique. That’s when you want to take a look at the best camera apps for Android and that’s what we’re going to do right now.
redesign_StackLens_MF1_0914If you really want to take better photos, check out The 3-In-1 Mobile Lens Kit: Take Epic Smartphone Photos! Compatible with almost every smartphone on the market, adding these great lenses will take your mobile photography to the next level!

best camera apps for android - camera mxCamera MX

[Price: Free with in app purchases]
First on our list of best camera apps for Android is called Camera MX. When compared to the other apps on the list, it’s pretty run of the mill. When compared to the rest, it’s actually quite good. It doesn’t necessarily have the feature set that a professional might be looking for, but if you’re a hobbyist or you really enjoy sharing pictures via Google+ or Instagram, then Camera MX is more than good enough.
Get it on Google Playcamera mx best camera apps for android

Camera Zoom FX - best camera appsCamera ZOOM FX

[Price: $3.99]
Camera Zoom FX is next on our best camera apps for Android. Unlike Camera MX, and most of the other apps on this list, Camera Zoom FX takes a different approach to using filters and effects. Instead of applying any number of pre-made filters and effects, Camera Zoom FX allows users to choose multiple effects to create their own filter. If you’re feeling a little lazy, there are some pre-made ones to choose from. It’s highly functional and popular. There are also no in app purchases with this one.
Get it on Google Play
camera zoom fx - best camera apps for android

Camera360 Ultimate best camera apps for androidCamera360 Ultimate

[Price: Free]
Camera360 Ultimate is not only among the most popular camera apps for Android, but it’s also one of the best. For many, this is the go-to camera replacement app and has been for a long time. It’s totally understandable as well, as Camera360 Ultimate is packed full of features. They’ve even updated it recently to include more settings for a better camera experience. As per the norm, you get all the standard features along with a number of filters and effects.
Get it on Google Play
Camera360 Ultimate best camera apps for android

Camera Fun Pro best camera apps for androidCamera Fun Pro

[Price: $0.99]
Camera Fun Pro is next and this one is definitely for a more niche market. The various filters available provide a more goofy and fun theme for people rather than the more serious and artistic filters that others on this list provide. One of the more nifty features is the app’s ability to let you see how the effects will look before snapping the picture. So instead of taking the picture, adding the effects, and hoping you got the shot you needed, you can instead take the picture you wanted the first time. There are professional filters available, but this app definitely caters more to the fun pictures crowd.
Get it on Google Play
camera fun pro best camera apps for android

best camera apps for AndroidCamera JB+

[Price: $1.99]
Camera JB+ is an increasingly popular camera that was actually suggested to us by our readers (in the comments below). It’s based on the AOSP Jelly Bean camera. It includes three camera modes including regular shot, video capture, and panorama mode. There is also a lightweight image editor built in so you can make minor adjustments to your images. If you like the look and feel of the stock Android camera, this is the one we’d recommend. If you want KitKat then there is also the Camera KK app. The KitKat version is free with in app purchases.
Get it on Google Play

Cymera best camera apps for androidCymera

[Price: Free with in app purchases]
Cymera is another one of those camera apps for Android that is already wildly popular. With over 10 million downloads to date, Cymera ranks up there with the most popular camera apps period. It also happens to be really highly rated as well. Unlike most camera apps on this list, Cymera focuses on taking a certain type of picture. Namely, it’s used predominately for taking pictures of people’s faces. It can function as a regular camera app. There are the standard features, filters, effects, and other editing goodness. However, it’s wheelhouse is face shots. There are a completely separate set of features and filters for when you catch a smile in your pictures.
Get it on Google Play
cymera best camera apps for android

best camera apps for AndroidDSLR Camera Pro

[Price: $2.99]
DSLR Camera is a camera application that acts like the kind of software you’d see on an actual DSLR camera. It includes things like the ability to change your ISO, exposure compensation, white balance, and grids. There are also some more casual features like color effects and geotagging. It is important to note that some features are dependent on your hardware. That means the app supports these features but your device’s camera may not support them which means you won’t be able to use them. If they do work then this is a great application.
Get it on Google Play
best camera apps for android

GIF Camera - best camera apps for AndroidGIF Camera

[Price: Free]
Let’s face it ladies and gentlemen, the internet would not be the same without GIFs. They have contributed to the hilarity of the internet for so long that thinking about the internet without them can be difficult. With the next app on our best camera apps for Android list, called GIF Camera, lets you create your own GIFs using your camera. It’s actually pretty easy, too. Essentially, you just set up the shot you want to make a GIF. Then you shoot it and the app automatically turns it into one. You can adjust frame rates if you need to and then save it for sharing elsewhere. Additionally, you can create a collage of sorts using pictures you’ve already taken and create GIFs that way.
Get it on Google Play
GIF Camera best camera apps for android

google camera best camera apps for AndroidGoogle Camera

[Price: Free]
Google Camera was released by (you guessed it) Google earlier this year. It was massively popular for a while and it is a pretty functional camera app. The claim to fame for this one is its ability to do stuff like the Photosphere or Lens Blur Mode that lets you take a different kind of picture. It’s highly rated but do beware that like the DSLR Camera app above, some of these features are dependent on what phone you’re using. Not all phones can use all of these features. Thankfully it’s free so you won’t waste any money trying it out!
Get it on Google Play

best camera apps for AndroidHD Camera Ultra

[Price: Free / $1.90]
HD Camera Ultra is a more simple camera app replacement option. It has some features like White Balance, various focus and zoom modes, and some additional photo effects. It can even disable shutter sounds if your device supports that (not all devices do). Aside from that it looks really nice and focuses more on design than anything else. You can pick up the free version which displays ads or the donate version for $1.90 which removes ads.
Get it on Google Play
best camera apps for Android

LINE Camera - best camera apps for androidLINE Camera

[Price: Free]
LINE Camera is one of the newer additions to our list and for good reason. It’s one of the most popular camera apps available for Android right now and it has a boatload of features. This includes in-app photo editing, 20 filters, frames, stamps, and various other editing tools. It focuses more on post-shot editing than anything else, but people who have used this app seem content with this. You can’t really go wrong giving this one a shot because tens of millions already have.
Get it on Google Play
LINE Camera best camera apps for android

best camera apps for AndroidOpen Camera

[Price: Free]
Those of you who are fans of open source software will like Open Camera. It’s an open source camera project that has garnered quite a bit of attention and a pretty high rating. It’s packed with features including zoom and focus modes, face detection, auto-stabilization, and some more basic stuff like ISO, White Balance, and exposure lock (if your hardware supports those features). It’s totally free with no in app purchases which is nice and the design is simple and easy to use.
Get it on Google Play
best camera apps for Android

Otaku Camera best camera apps for androidOtaku Camera

[Price: Free]
Otaku Camera is another one of those specialized camera apps for Android. Unlike Camera360 Ultimate or Camera MX, which are for more general purposes, Otaku Camera is basically only appealing to manga and anime fans. It has a special filter with some frames and graphic overlays that can turn any picture into a manga picture. It’s really quite unique and if you’re into that sort of thing then this camera is worth checking out. On top of the manga-style pictures, people can download other themes that feature other filters. We quite liked the meme filter which overlaid a meme of your choice over pictures you take.
Get it on Google Play
otaku camera best camera apps for android

Paper Camera - best camera apps for androidPaper Camera

[Price: $1.99]
Paper Camera is up next on our list of the best camera apps for Android. However, it is also among the most popular and the highest ranked. We thought that a little odd since the camera has a single filter, but people apparently really love that filter. There is nothing wrong with that because Paper Camera also happens to be fun to use and fun to look at. It does have that single filter, but you can customize it to fit your needs. It’ll show your picture and video with the filter before you take the picture so you can line up that perfect shot with the filter already applied.
Get it on Google Play
Paper Camera best camera apps for android

best camera apps for AndroidSnap Camera HDR

[Price: $1.99]
Last and certainly not least is Snap Camera. Snap Camera has been around for a while but it’s still one of the best camera apps for Android. It comes with a host of features that is hard not to notice, intuitive on-screen controls, and it takes buttons when you press the shutter and not several seconds later. This was also recommended to us by our readers and it’s definitely a good one. If you want one of the best available, click the button below.
Get it on Google Play